Tip Trik oleh: Y. Karel Pangau
TIP TRIK KOMPUTER
oleh: Yohanes Karel Pangau
 
Windows 10: Mematikan Auto Update dan Mempercepat StartUp
 

Mematikan Automatic Update pada Windows 10

Secara default, Windows 10 menerapkan pengaturan update otomatis dengan tujuan menjaga agar perangkat tetap berada dalam perlindungan dan fitur terbaik, bebas dari celah yang berpotensi dieksploitasi dan juga bugs.

Tapi, bagi pengguna yang mempunyai kuota data terbatas, pengaturan tersebut tentu merugikan mereka. Sehingga banyak pengguna Windows 10 yang justru ingin fitur tersebut dimatikan. Pada dasarnya tidak ada fitur yang sengaja disediakan untuk menghentikan pengiriman update dari Microsoft secara total. Tapi ada satu fitur yang setidaknya membantu pengguna meminimalisir frekuensi update sehingga pengguna bisa mengulur waktu sampai mendapatkan jaringan yang tak terbatas atau stabil.

Ada dua buah opsi lain yang sebenarnya bisa digunakan untuk mematikan update otomatis secara total.
  • Mematikan service Windows Update dengan cara masuk ke menu Services kemudian matikan opsi Windows Update.
  • Memodifikasi Group Policy melalui Windows + R dan ketikkan gpedit.msc. Akses Configuration Administrative Templates Windows Component Windows Update dan klik Edit. Dari sana, ubah opsi automatic update configuration ke Notifiy for download and notify for install. Sayangnya, cara ini hanya bisa digunakan di Windows 10 Pro.
Mematikan update otomatis secara total juga tidak saya rekomendasikan, karena Windows 10 merupakan OS termutakhir saat ini yang telah dioptimalisasikan untuk perangkat modern. Pembaruan yang diberikan bertujuan untuk menjaga performa sekaligus keamanan. Dengan banyaknya ancaman dari dunia maya, melakukan pembaruan secara berkala adalah cara paling aman dan mudah untuk meminimalisir resiko tersebut.

Mempercepat Startup/Booting Windows 10

Lamanya waktu booting Windows 10 kerap kali jadi masalah, padahal sebenarnya di banyak kasus terutama yang melibatkan komputer berbasis Windows 10, perbedaan waktunya tak terlalu signifikan.

Tetapi, jika lamanya waktu booting sudah terlalu mengganggu, misalnya sampai bermenit-menit. Tampaknya memang benar, Anda butuh solusi dengan segera. Berikut ada 4 cara mempercepat booting komputer Windows 10 yang bisa dicoba.

Menghilangkan Elemen Transparan


Start Menu di Windows 10 dihias sedemikian rupa dan memang terlihat lebih menarik. Tapi, elemen transparan sedikit banyak membebani resource perangkat, jadi bagian ini bisa Anda eliminasi.
Caranya, klik kanan di layar desktop kemudian klik Personalise Colours, lalu matikan semua pengaturan yang berada dalam posisi On.

Mengaktifkan Fast Startup


Langkah kedua, ubah pengaturan fast startup agar aktif secara default.
  • Klik kanan di ikon baterai di taskbar, kemudian klik Power Options.
  • Klik Choose what the power button does Change settings that are currently unavailable.
  • Lalu beri tanda centang pada opsi, Turn on fast start-up.

Tanpa Efek Spesial


Untuk mempermanis setiap sisi visual komputer, Windows mengimplementasikan efek-efek spesial ke beberapa komponen interface-nya. Tapi, efek-efek tersebut bisa membebani komputer dan membuat proses booting menjadi lamban. Langkah ini akan menghapus beberapa efek dan mengoptimalkan performa perangkat.
  • Klik kanan pada tombol Start, kemudian klik Systems Advanced System Settings.
  • Lalu di opsi Performance, klik tombol Settings
  • Terakhir klik opsi Adjust for best performance, klik Apply dan OK.

Pangkas Program-Program yang Berjalan Saat Startup


Terakhir, Anda bisa memangkas program-program yang diatur berjalan secara otomatis ketika startup berlangsung.
  • Klik kanan di tombol Start, lalu klik Task Manager.
  • Di jendela Task Manager, klik menu tab Startup dan pilih program yang ingin dimatikan. Terakhir klik tombol Disable.
Setelah keempat cara di atas Anda lakukan, coba lihat dan perhatikan seberapa cepat startup yang dibutuhkan komputer. Jika masih terasa lambat, Anda bisa mencoba melakukan perbaikan system error dan bad sector dengan cara ini dan ini.
Yohanes Karel Pangau    
SMA Katolik St. Albertus Malang